pdamlembata18@gmail.com 0821-4740-1196

Longsor Akibat Hujan Deras, Pipa Transmisi Waiplatin I Patah di Empat Titik

  • Administrator
  • Disukai 0
  • Dibaca 8 Kali
Tim Teknik PDAM Lembata Melakukan Perbaikan Pipa 6''

KERUSAKAN PIPA TRANSMISI UTAMA WAIPLATIN I AKIBAT LONGSOR, PASOKAN AIR KE RESERVOIR LUSIKAWAK TERHENTI

Lembata, 31 Maret 2026 – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Nubatukan pada Sabtu, 28 Maret 2026, mengakibatkan terjadinya bencana longsor di Desa Namaweka Nubamado. Peristiwa tersebut berdampak serius terhadap infrastruktur air bersih, khususnya pada pipa transmisi utama Waiplatin 1.

Pipa transmisi berdiameter 6 inci pada jalur Waiplatin 1 dilaporkan mengalami patah akibat tekanan tanah longsor. Berdasarkan hasil identifikasi tim teknis di lapangan, kerusakan tidak hanya terjadi pada satu titik, melainkan terdapat empat titik kerusakan sepanjang jalur pipa tersebut.

Pasokan Air ke Reservoir Terhenti

Akibat kerusakan tersebut, aliran air dari sumber menuju Reservoir Lusikawak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini menyebabkan pasokan air baku ke reservoir terhenti total, sehingga berdampak langsung pada sistem distribusi air bersih kepada masyarakat.

Kondisi ini mengakibatkan terganggunya pelayanan air di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Lewoleba dan sekitarnya, yang bergantung pada suplai air dari jalur transmisi tersebut.

Wilayah Terdampak Gangguan Air

Gangguan distribusi air terjadi secara bertahap sejak Minggu, 29 Maret 2026, dengan rincian wilayah terdampak sebagai berikut:

  • Minggu, 29 Maret 2026
    Kelurahan Lewoleba Utara, Kelurahan Tengah, Kelurahan Lewoleba Selatan, dan Kelurahan Lewoleba.
  • Senin, 30 Maret 2026
    Kelurahan Selandoro dan Kelurahan Lewoleba Barat.
  • Rabu, 31 Maret 2026
    Kelurahan Lewoleba Utara, Kelurahan Tengah, Kelurahan Lewoleba Selatan, dan Kelurahan Lewoleba.

Gangguan ini menyebabkan masyarakat di wilayah terdampak mengalami keterbatasan pasokan air, bahkan di beberapa lokasi tidak menerima aliran air sama sekali.

Upaya Penanganan dan Perbaikan

Menanggapi kejadian tersebut, tim teknis segera melakukan langkah-langkah penanganan, antara lain:

  • Melakukan survei dan identifikasi titik kerusakan
  • Menghentikan sementara aliran air untuk mencegah kerusakan lanjutan
  • Menyiapkan material dan peralatan perbaikan
  • Melaksanakan perbaikan serta penggantian pipa pada empat titik kerusakan

Proses perbaikan dilakukan secara maksimal, namun menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti kondisi medan yang sulit dijangkau, tanah yang masih labil, serta potensi terjadinya longsor susulan akibat cuaca yang belum stabil.

Imbauan kepada Masyarakat

Sehubungan dengan gangguan ini, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk:

  • Menggunakan air secara hemat dan bijak
  • Menyediakan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari
  • Bersabar hingga proses perbaikan selesai dilakukan

Penutup

Kerusakan pipa transmisi utama Waiplatin 1 ini merupakan dampak dari faktor alam yang tidak dapat dihindari, khususnya akibat curah hujan tinggi yang memicu longsor. Pihak terkait terus berupaya melakukan perbaikan secara optimal agar distribusi air bersih dapat segera kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan seperti sediakala.


Cek Tagihan Air Minum Kab.Lembata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *